Tampilkan postingan dengan label CatatanPetualang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CatatanPetualang. Tampilkan semua postingan
Label: ,

WARRIOR community





Warrior di ambil dari bahasa inggris yang berarti pejuang, sedangkan community adalah suatu kelompok. Jadi warrior community adalah sekolompok orang yang berjuang bersama-sama. Kelompok ini terbentuk 6 tahun yang lalu, yang beranggotakan 12 orang, yakni chiko, ali, bintan, alux, ganny, adi, anjaya, hamzah, ardian, chandra, dio dan ronald (aku).

Dan aku ingin menceritakan betapa hebatnya komunitas ini. Salah satu diantaranya adalah cerita tentang mendaki gunung, yang pada dasarnya saat itu adalah pendakian gunung pertama kali di lakukan oleh komunitas tersebut, dan lebih parahnya lagi mereka mendaki gunung tanpa ada pengalaman sedikit pun alias mereka semua newbie.

Pendakian gunung ini pertama kali kami (warrior community) lakukan dengan tujuan gunung arjuna melalui jalur purwosari. Jalur ini baru di ketahui setelah kita bertanya-tanya pada orang-orang di sekitar malang. Dengan hanya berbekal seadanya tanpa ada yang membawa tenda ataupun perlengkapan mendaki lainya, kami membulatkan tekad untuk berangkat menuju pos perijinan jalur purwosari. Setelah melakukan registrasi dan mempersiapkan air minum dan lain-lain kami melakukan perjalanan dengan berdoa terlebih dahulu.

Hari itu hari jum’at pukul 13.00 wib kami melangkahkan kaki dan memulai pendakian. Kondisi jalan pertama kali yang kami hadapi saat itu adalah jalan berbabtu dengan pohon-pohon di rindang di kanan dan kiri kami. Begitu banyak tawa dan canda saat itu, seperti tak ada lelah yang hinggap pada diri kami. Dan memasuki kondisi jalan yang berdebu dengan di kanan kiri kami adalah perkebunan serta cuaca panas dan debu yang cukup menganggu kami, tak menyurutkan langkah kami.

Waktu saat itu menunjukan pukul 15.00 wib, kami menyempatkan waktu beristirahat sejenak menikmati sedikit makanan dengan saling berbagi, karena saat itu memang kami tak membawa banyak perbekalan.  Rasa berbagi itulah moment yang masih bisa kami rasakan sampai saat ini.

Setelah cukup beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan, kali ini dengan kondisi fisik yang mulai terkuras. Sampai suatu kali kami kami melewati sebuah batu yang di atasnya terdapat dupa yang masih menyala. Bau dupa tersebut membuat kami yang masih pertama kali mendaki menjadi galau dan risau, sedangkan saat itu cuaca sudah hampir mulai gelap.

15 menit perjalanan setelah melewati batu dengan dupa tersebut, kami pun berhenti. Di sini ketegangan dan saling adu argument pun terjadi. Beberapa di antaranya tak ingin melanjutkan perjalanan lagi, karena hari mulai gelap dan tujuan masih belum jelas. Sedangkan beberapa di antarnya berusaha untuk menyakinkan mereka untuk percaya dan melanjutkan perjalanan. Aku yang duduk paling depan hanya bisa melihat mereka beradu argument.  

Tiba-tiba aku mendengar suara anjing melonglong di belakangku, aku mencoba mencari tahu sumber suara tersebut. Aku memutar balik badanku dan berjalan sendiri ke depan meninggalkan yang lainnya untuk mendekati sumber suara tersebut, mungkin sekitar 50 meter kemudian aku berteriak kepada mereka yang ada di belakangku

“hey, ayo. Ada warung..!!” kataku sambil melambaikan tangan
Mereka pun sempat menganggap teriakanku hanyalah sebuah gurauan, tapi karena aku berkali-kali memanggil mereka bahkan akan semapt menghampiri mereka, pada akhirnya mereka pun percaya dan mulai berdiri, berjalan mendekati ku.

Perasaan kami yang sempat panaspun mulai mencair, dengan hilangnya kegelisahan yang ada di hati kami sebelumnya. Dan kami semua memang tak menyangka sebelumnya jika akan ada warung kopi dalam perjalanan kami. Dan kami pun mulai sadar bahwa jalur yang akan kami lewati ini nantinya memang terdapat banyak petilasan (kuburan orang dulu), informasi ini aku dapat dari sang pemilik warung.

Warung tersebut hanya menggunakan pencahayaan lampu oblik seadanya, sedangkan yang melayani kami hanyalah seorang bapak yang sudah mulai rentah. Memang sebelumnya kami tak menyakini kalau itu memang benarlah warung secara nyata. Takutnya warung itu adalah warung jadi-jadian. Tapi kegelisahan itu sirna setelah kami menikmati kopi yang kami pesan, rasanya hangat.

To be continued









Label: , , , , ,

Bromo tengger Semeru (bersama sandy)

Bromo tengger semeru memang selalu menjadi daya tarik istimewa bagi kalangan yang senang menikmati keindahan alam. Sunrise, sunset, pasir berbisik dan bukit teletubbies serta pemandangan alam yang luar biasa adalah beberapa hal yang tersaji secara nyata ketika mengunjungi daerah Bromo tengger semeru.

Hal tersebut itulah yang membuatku ingin mengajak salah satu sepupuku untuk pergi kesana. Kami hanya berdua dengan berboncengan sepeda motor menuju bromo tengger semeru, yang kami mulai pada pukul 00.30 wib dari kota sidoarjo yang tercinta. Kali  ini aku mengambil rute perjalanan menuju probolinggo yakni Tongas-ngulig. Perjalanan dari sidoarjo menuju ngulig kami tempuh selama 2 jam dengan kondisi jalanan sepi yang kemudian di lanjutkan dari ngulig menuju ke pintu masuk gunung bromo yang kami tempuh sekitar 1 jam. Sehingga pada pukul sekitar 03.30 wib kamu sudah memasuki kawasan bromo tengger semeru yang sebelumnya membeli tiket masuk terlebih dulu seharga Rp.50.00 0 (1 sepeda motor 2 orang *boncengan).

Pukul 05.00 wib, kami mulai melanjutkan perjalanan menuju kawah gunung bromo dengan berjalan kaki sembari menahan dinginnya suhu saat itu. sebelum pukul 05.30 wib kami sudah berada pada kawah gunung bromo, dengan kondisi bromo tengger semeru saat itu memang di padati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Detik- detik kemunculan matahari terbit yang kami tunggu pun akan segera terpampang di hadapan kami berdua. Cahaya bias berwarna oranye nya tampak menyuguhkan kemegahan alam ini, awan pun seperti tampak sedang menari-nari menyambut datangya sang surya.

Pada pukul 06.00 wib semua pemadangan di hadapan kami yang sebelumnya tertutup kabut mulai menampakan keindahannya masing-masing. Gunung bertebing, pasir dan awan, matahari dan biasnya, awas kawah bromo, dan kerumunan para wisatawan melengkapi keindahan ciptaan TUHAN saat itu.

Setelah puas berfoto dan mengabadikan moment-moment terbaik, pada pukul 07.00 wib kamu memutuskan melanjutkan perjalanan dengan bersepeda motor melewati pasir berbisik untuk menuju padang savana atau yang di sebut dengan bukit teletabies. Bekendara sepeda motor melewati pasir berbisik memang adalah sebuah tantangan bagi kami, dengan sesekali sepeda motor yang kamu tumpangi seperti selip dan sesekali juga kamu terjatuh dari sepeda motor akibat licinya pasir yang menjadi jalur perjalanan kami. Jika di tanya, bagaimana rasanya melintasi pasir berbisik ? rasanya itu menengangkan, lelah tapi menyenangkan.

            Setelah puas berada di area lokasi dengan pemandangan yang luar biasa yakni di area bukit teletubies, pada pukul 09.00 wib kami memutuskan untuk kembali ke sidoarjo melalui tumpang (malang).

            Berikut ini foto diantara yang bisa kami bagikan :













Label: , , ,

Cerita Pendek (Mbolangku)

Perjalananku
(cerita pendek)

Pada tanggal 24 juni- 26 Juni aku melakukan kebiasaan yang cukup lama sudah aku istrirahatkan, yakni melakukan travelling, tapi kali ini dengan mengendarai sepeda motor honda varioku.  Seperti biasanya aku sangat suka melakukan perjalanan sendirian, mengunjungi berbagai tempat, merasakan keindahan alam raya ini dan mempelajari karakter masyarakatnya dari setiap tempat yang aku kungjungi. Dari perjalan 3 hari tersebut tentu ada beberapa cerita menarik yang sampai sekarang tidak aku lupakan. Pengalaman tersebut aku tulisan dalam cerita-cerita pendek ini. Apa saja ceritanya ....?? ini dia.!!

1. Nasi Rp.5000 dan Abon Sapi
Untuk menghemat perjalanan,dalam perjalanan aku sempatkan membeli nasi putih saja tanpa lauk seharga Rp.5000 yang aku taruh di dalam toples makan plastik, kemudian membeli 2bungkus abon dengan harga Rp.12.500. Nasi Rp. 5000 tersebut adalah bekal ku selama 1 hari, yakni makan  pagi, sore dan malam sedangkan 1 bungkus abon tersebut untuk bekal selama 2 hari. Agak Miris sih, tapi itu baru travelling low budget menurutku walau agak menyiksa tapi cukup kenyang kok, asal kuat agak semua godaan makanan yang ada. Hehehe. _^.

2.  Penginapan Ternyaman (AREA POM BENSIN dan Terminal)
            Jika di tanyakan padaku, di mana tempat atau lokasi menginap yang nyaman tapi gratis selama melakukan Travelling? Aku jawabanku adalah Area pom bensin dan Terminal. Ya, sekali lagi tujuannya adalah untuk menghemat biaya. Kenapa di pom bensin.? Karena ada toilet gratis yang bisa memungkinkan untuk mandi dan buang air serta ada area untuk merebahkan badan walaupun beralaskan ubin/lantai. Yang kedua kenapa terminal ? karena lokasi ini banyak berbagai macam orang yang berjualan, jadi gampang kalau mau beli sesuatu atau sekedar ngopi, dan juga 2 lokasi tersebut selalu bukan 24 jam. Dulu travelling sempat numpang tidur di Stasiun KA tapi kemudian di usir  waktu malam hari, bukan hanya 1 kali 4 kali malahan. Hehehe.. _^

3.  ARRRRggghhhhh....!!! (*Merinding)
            Ini sebuah peristiwa yang hampir merenggut nyawa seorang pria yang tampan rupawan bernama yoursamana, Hahaha. _^. Jadi ceritanya begini waktu itu sekitar pukul 8 malam sedang berdada di daerah jembrana bali menuju pelabuhan gilimanuk. Malam itu memang ramai dengan aktivitas kendaraan khususnya bis dan truk yang sepertinya akan menuju pelabuhan gilimanuk juga. Sepeda motor saat itu aku pacu dengan kecepatan 70 km/jam. Di karenakan ada bis besar di depanku aku pun melambat dengan tetap berada di belakang bis tersebut, berkali-kali aku mencoba mendahului tapi tidak bisa, karena aktivitas yang padat pada jalur yang mengarah berlawan, aku pun jadi ragu-ragu untuk mendahului. Tapi kesempatan itu akhirnya datang, aku sudah berada di bagian sebelah kanan bis dan siap untuk memacu kendaraanku untuk mendahuluinya, tapi tiba-tiba “tttooottt...ttoooooootttttttttttttttttt.........!! ” dengan perasaan kaget aku lihat spion dengan cepat, itu cahaya yang sangat terang, itu bis...!!!, kataku. Arrggghhhh...... aku pun langsung memacu kendaraanku dengan sangat cepat melewati bis yang di depanku tadi. Selesai melewati bis yang di depanku, tubuhku langsung merinding. Karena yang tadi di belakangku adalah juga sebuah bis besar yang hampir saja menyengol bagian belakang sepeda motorku. Untung bisnya masing sempat melakukan pengereman, coba kalau tidak, sudah gak mungkin bisa cerita aku. *&%^%*^&^((*&*..._-

4. Monyet-monyet di ubud (monkey forest)
            Perjalanan dari Denpasar ke Ubud, lumayan loh sekitar 1 jam dengan mengendarai sepeda motor.  Niatnya sepedaan ke ubud Cuma pengen ke mongkey forest aja, soal’nya belum pernah kesini sebelumnya.,hihi agak ndeso ya.? _^. Sebelum masuk parkirin sepeda motor dulu, oh iya parkir sepeda motornya gratis loh, ya iyalah..!!_^,  dan tiket untuk memasuki monkey forest seharga Rp.30.000 untuk semua wisatawan domestik maupun mancanegara.


5. Skip-skip
 Apa itu skip-skip ? skip-skip ada kondisi dimata otak saya mata jadi tidak fokus dan sering ngeblank, jadi otak gak sinkron. Hal demikian sering aku alami ketika sedang menyetir sepeda motor, di sebabkan oleh rasa capek dan kantuk. Setiap kali aku merasakan hal ini, aku selalu berkata “skip-skip-skip-skip” hehehe. Hal ini tentu bukanlah hal yang patut di remehkan, karena apabila di paksakan menyetir dalam keadaan skip-skip akibatnya bisa fatal karena akan terjadi resiko kecelekaan di jalan raya. Alangkah lebih baiknya jika terjadi hal tersebut, sempatkan waktu untuk berhenti menyetir sejenak atau mengistirakan badan dan mata dulu, dan kemudian jika sudah segar silahkan menlanjutkan perjalanan lagi.  


Tobe continued...





Label: , ,

Impian WAE REBO


Jika di tanya “apa yang kami ingin katakan tentang WAE REBO..??!”, maka aku akan menjawa “aku ingin kesana, dengan uang atau tanpa uang.”

Wae rebo, adalah salah satu desa di atas pegunungan berketinggian 1200 meter dpl di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo terletak di barat daya kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

Wae rebo bagiku adalah hal yang harus aku datangi sebelum aku mati, ya, kata wae rebo selalu membuat ku bersemangat untuk mengetahuinya lebih jauh, dan kadan aku sempat berpikir, mengapa aku ingin selalu berkunjung kesana, padahal di sana aku tak punya kerabat atau silsilah keluarga, karena memang aku tak punya darah asli NTT, ayah dan ibuku adalah orang sulawesi sedangkan aku adalah orang surabaya dengan darah sulawesi. Ya, apa mau di kata, wae rebo telah menghipnotis diriku sejak 2 tahun yang lalu.

Arsitektur rumahnya yang sangat unik dan letaknya yang berada di ketinggian menambah takjub akan ke ingin tahuanku. Desa yang telah di tetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia ini, jika sore dan pagi harinya akan selalu d iselimuti oleh kabut yang menambah kesan misterius dari tempat ini. (*penilaian tentang itu semua aku dapat dari televisi loh.)

            Intinya dan Pokonya sebelum aku mati aku harus mengunjungi tempat Itu....ya harus. _^

  

Label: , , , ,

Team21 ke Gunung Penangunggan

Pada hari libur waisak tanggal 15 mei 2014. saya berserta team 21 taekwondo sidoarjo. Melakukan pendakian ke gunung penanggungan yang terletak di jawa timur.
Saya berangkat dengan 12 orang jadi totalnya 13 orang yang akan melakukan pendakian saat itu. Persiapan dan korrdinasi memang sudah kami lakukan 2 hari sebelumnya, dari menyewa tenda serta melakukan koordinasi pembagian peralatan dan konsumsi yang akan di bawa nantinya.
Tepat jam 8 malam kami semua berkumpul di Balai desa kemiri sidoarjo, tak lupa sebelum berangkat kami berdoa terlebih dahulu. Jam 10 malam barulah kami bersama-sama dengan mengendarai sepeda motor melaju menuju pos pendakian gunung penanggungan yang terletak di Desa tamiajeng trawas jawa timur.
            Satu setengah jam kami lalui waktu kami di jalanan malam itu, dan sekitar pukul 11 malam, kami semua sampai di pos pendakian, walaupun 2 kilometer sebelum pos pendakian terjadi hujan yang cukup deras saat itu. Tapi untunglah perjalanan lancar.
            Keadaan di pos pendakian malam itu memang sangat ramai, banyak pendaki yang akan juga melakukan pendakian malam itu, mereka berasal dari berbagai kota di jawa timur serta juga ada pendaki yang berasal dari Luar Jawa timur.  Keadaan malam itu memang sudah tak lagi di sertai hujan deras hanya saja masih di sertai dengan hujan rintik rintik. Walaupun begitu dengan semangat yang tinggi hujan rintik pun tak dapat mengoyahkan tekad kami untuk melakukan pendakian. Dengan berbekal doa dan persiapan yang cukup, kami pun mulai melangkahkan kaki.
            Target kami yang pertama adalah dapat sampai tepat waktu di puncak bayangan yakni puncak yang terletak sekitar 2 jam sebelum puncak utama (puncak pawitra), untuk dapat sampai di puncak bayangan bukanlah hal yang mudah untuk 11 org yang baru mengawali pendakiannya untuk yang pertama kali, apalagi saat itu sempat turun hujan yang mengakibatkan oksigen menjadi menipis. Juga dalam perjalanan kami harus di selimuti kabut yang menganggu pandangan kami saat berjalan.
            Dan tak terasa sekitar 3 jam perjalanan kami semua dapat sampai di puncak bayangan pada pukul 03.00 . suasana puncak bayangan waktu itu sangat amat ramai, kami hampir tak dapat tempat untuk mendirikan tenda.
            Kami lalu membagi peran tentang siapa yang memasak dan siapa yang mendirikan tenda. di saat itu selang beberapa menit setelah kami memasak dan mendirikan 1 tenda, turun hujan yang lumayan membuat kami kerepotan, karena kami harus memasang 2 tenda lagi untuk dapat menampung semuanya agar dapat berteduh, dengan di sertai hujan yang menguyur kami saat itu.
            Setelah semua tenda terpasang, akhirnya kami semua tertidur di tenda masing-masih akibat kelelahan. Selang satu jam pagipun mulai menyapa kami dengan masih di sertai kabut-kabut tipisnya. Suara burung bersautan dari arah kejauhan seperti sedang menyapa kami saat itu.
            *Agenda kami  pagi itu yang pertama adalah memasak

            Di karena cuaca yang kurang bersahabat, dan kondisi badan yang kurang fit, akhirnya kami memutuskan pendakian hanya sampai di puncak bayangan dan tidak melakukan pendakian ke puncak utama.








Anggota pendaki : Ucup, dinar, nuga, tino, inggid, andry, koko, sasa, adit, brily, zulfikar, ajeng.


NB: Tarif masuk area pendakian
1.      Parkir Rp.5.000/kendaraan
2.      Registrasi (termasuk asuransi) Rp. 6.000/org


Label: , , , , ,

PERBEDAAN SEPATU BAHAN VIBRAM DAN GORE TEX



               Di tengah-tengah keramaian dan masyakat kota, akhir-akhir ini banyak masyarakat kota yang ketika liburan memilih lebih mendekatkan diri kepada alam. Contohnya mendaki gunung, atau sekedar melakukan travelling mengunjungi objek-objek wisata atau tempat-tempat bersejarah. Hal ini tentu tak lepas dari yang namanya berjalan/jalan kaki. Ketika melakukan perjalanan kita juga harus memperhatikan alas kaki yang kita pakai nyaman atau tidak ketika kita berjalan jauh. Jangan sampai keasyikan kita, malah membuat telapak kaki kita menjadi cidera, lecet atau pegal-pegal dan tidak nyaman.

Di pasaran/ di toko-toko outdoor banyak sekali yang menjual sepatu berbahan gore tex dan vibram. Bahan gore tex dan vibram mempunyai kegunaan, kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

BAHAN GORE TEX.

                Gore tex adalah bahan sepatu yang sangat kuat, dan water proof. Bahan sepatu ini bisa di bilang hampir sama dengan kualitas kulit buaya. Seperti pada halnya sepatu PDL TNI. Di karena bahannya yang waterproof,maka akan terasa panas di kaki ketika di pakai terlalu lama baik itu sedang dalam ke adaan diam ataupun berjalan. 

BAHAN VIBRAM

                Bahan vibram di gunakan sebagai sol sepatu. Bahan ini sangat keras dan kuat serta ringan. Bahan vibram juga biasa di gunakan pada sol sepatu PDL TNI. Di karenakan solnya yang sangat kuat dan keras, maka memiliki kekurangan yakni sangat licin ketika berjalan di atas bebatuan, dan tidak nyaman ketika melakukan perjalanan yang jauh. Di karenakan solnya yang kaku.

NB : Kalau saya tidak memilih 100% di antara ke duanya. Tapi memilih sepatu yang berkualitas semi vibarm dan semi gore tex. Karena nyaman ketika di buat berjalan jauh dan lama.

Seperti ini : model sepatu Rei Winter tail. _^







Label: , , , ,

"Kantong Ajaib" (Surpipel)

Dalam pendakian atau lintas alam yang sering saya lakukan, selama ini. Saya tidak akan pernah meninggalkan kantong ajaib yang saya miliki. Karena ketika saya berpergian jauh ke dalam hutan. Saya akan selalu membawa kantong ajaib ini, karena ketika saya telah membawanya ada perasaan tenang dan siap yang hinggap di dalam diri saya.

Berikut ini penampakan “Kantong Ajaib” kepunyaan saya.:

Kantong ajaib di berisi perlengkapan pendukung sederhana darurat, untuk bertahan hidup di dalam, hutan apabila memang di perlukan. Kantong ini memiliki panjang 25 cm, dengan tinggi 10 cm. Kantong ini adalah bekas pembungkus sandal ei**r.

Berikut penampakan di dalamnya :


Di dalam kantong terdapat :
  • ·         Jam tangan
  • ·         Kaos kaki
  • ·         Senter kecil
  • ·         Buku catatan dan pulpen
  • ·         Pisau komando dan pisau lempar.
  • ·         Korek api
  • ·         Benang jahit kecil dan besar serta jarum
  • ·         Kompas
  • ·         Baterai


Peralatan ini memang terlihat sederhana, dan mungkin bisa di katakn tidak memenuhi SOP keselamatan. Tapi menurut saya, peralatan ini sudah memungkinkan saya untuk bertahan hidup apabila memang terjadi keadaan darurat.





Label: , , , , ,

TRACKING (CANGAR) – 21 adventure team

 
ADVENTURE

Hai, para pembaca dan pengunjung blog yoursamana. Bagaimana kabar kalian.? Semoga baik dan selalu sehat ya.amin.

Kali ini saya menulis perjalanan saya bersama team21 di cangar-batu saat sedang melakukan tracking atau biasa di sebut dengan lintas alam. Lokasi cangar batu terletak di koordinat 7° 43' 51.83" S  112° 31' 51.24" E ,   Cangar batu memiliki cuaca yang tidak menentu, yakni kadang sering turun hujan tiba-tiba.

Kami memulai perjalanan pada jam 08.00 wib waktu setempat di sma antartika sidoarjo. Perjalanan kami dari sidoarjo ke cangar batu di perkirakan menempuh 2 jam dengan mengendarai sepeda motor. Kami rombongan 21 adventure team yakni tino, nuga, ajeng, dinar, dea, sasa, brily, adit, fary, inggid, bersiap memulai petualangan.

# PERJALANAN dan DOA

            Cuaca sangat cerah waktu itu, dengan mataharinya yang bersinar terang, dan awan putihnya yang sangat indah, serta langit biru yang menawan.

            “mas, mampir pom bensin ya..?” kata ajeng sebelum berangkat.
            “ok..” kataku, sambil mengacungkan jempol.

Seperti biasa, sebelum memulai perjalanan, kami pun menyempatkan diri untuk berdoa, memohon perlindungan kepada yang MAHA KUASA, agar di beri kelancaran saat keberangkatan dan pulang.

Kami pun berangkat, di temani oleh ribuan asap polusi kendaraan yang tanpa sadar menerpa tubuh kami. 5 menit kemudian kami sampai di pom bensin.

“jangan lupa nyalakan lampunya ya.” Kataku kepada adit sekedar menginggatkan.

Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan, untunglah kondisi jalan ramai lancar pada hari jum’at itu. Untunglah juga, tidak ada polisi yang menghalau perjalanan kami, maklum 21 adventure team , 99 % pengendara dan penumpangnya belum memiliki sim. Jadi perasaan khawatir pasti ada, tapi semuanya bisa di lalui dengan kewaspadaan yang tinggi. Ingat kewaspadaan yang tinggi adalah salah satu faktor keberhasilan menghindari tilangan.

Rute perjalan yang akan kami lalui adalah melalui kota mojokerto. Kemudian melewati ngoro industri, memasuki desa ngoro, akses jalanan sedikit tidak rata dan berlubang dan becek, dengan pemandangan kanan dan kirinya adalah persawahan. Setelelah melintasi 1 lampu merah, kami pun berhenti untuk sekedar, melepas lelah dan mendinginkan sepeda motor yang kami kendarai di depan lampu merah kedua. Canda tawapun tak bisa lepas dari kami  emosi 21 adventure team tampak ceria, menyambut petualangan hari itu.  Karena kebeleet buang air kecil saya pun pergi ke belakang rumah yang yang kebetulan itu adalah area pekuburan cina. 

“sepurane, sing katah mbah..” kata dalam batinku


part 2

Tak sampai 15 menit, beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan dengan berbelok ke kiri kearah pacet. Perjalanan akan kami tempuh sekitar 30’an Km dari tempat kami beristirahat sejenak tadi. Kondisi aspal yang sangat mulus, memudahkan kami untuk mengendalikan sepeda motor yang kami kendarai, walaupun jalanan semakin menaik dan menanjak, belum terlalu membuat sepeda motor kami yang di kendarai bekerja terlalu keras. Tak sampai 30 menit, saya pun sampai di daerah dekat pemandian air panas pacet yakni padusan. Sebelum melanjutkan perjalanan saya yang berada di depan menunggu yang lainnya yang masih berada di jauh belakang. Setelah semua berkumpul lengkap, perjalanan kami lanjutkan kembali. Menuju desa sendi yang kemudian akan mengarah ke cangar batu.

“woii..woii… jalan’e..!!” teriak warga kepada kami.
“waduh... woi salah jalan putar balik !!” teriak ku pada rombongan.

Ternyata kami, hampir melintasi jalan yang salah yang justru itu adalah jalan satu arah yang berlawanan. Akhirnya dengan bergegas karena tak ingin menanggung rasa malu, kami pun langsung putar balik menuju arah yang benar.

Selang 5 menit kemudian, tibalah kami di jembatan dengan sungainya yang lebar dan bebatuannya yang banyak dan besar-besar di dasarnya. Kami pun sempat beristirahat di sana, untuk melepas lelah. Sejenak melihat pemandangan yang memukau mata kami, sambil merasakan sejuk dan dinginnya udara di kaki gunung.

|“Tuhan, kau ciptakan kami untuk melihat ciptaanmu, yang tak terbatas.”|

Aku pun segera menaiki sepeda motor, dan di ikuti dengan yang lainya. aku pun berkata kepada sepeda motorku.

Kataku “semangat, perjalanan di mulai…! Kamu kuat.!” Sambil mengelus-elus bodynya.

Di depanku terlihat tingkungan tajam yang dengan kondisi jalannya yang langsung menanjak ketika berbelok ke kanan. Nama tikungan itu adalah sendi. Kusiapakan diriku ku ambil ancang-ancang agar sepeda motorku dapat kuat melintasi tanjakan tersebut.

“bbbrreeemmmm………breemmmmmm..!!!” begitu kira-kira suara sepeda motor yang ku                pacu.
“jangan, mepet-mepet ya..” kataku kepada rombongan.

            Tikungan sendi itu, adalah lintasan yang pertama yang mengantarkan kami memasuki area hutan tahura.R.soeryo. dengan hutannya yang lebat dan masih hijau, cuacanya yang tak menentu dan udaranya yang dingin. Dikarenakan lintasan yang semakin menanjak dan menanjak hal ini membuat sepeda motorku bekerja keras tanpa henti yang menyebabkan kondisi cepat panas pada mesin, yang di takutkan adalah apabila sepeda motorku mati dan tidak bisa di starter akibat kepanasan.

            Beberapa kali, saya dan rombongan sempat berhenti untuk sekedar mendinginkan mesin sepeda motor yang kami kendarai. Tapi hal itu tak menyurutkan semangat kami untuk tetap melaju pada tujuan kami.

# KEHENINGAN..

            Dengan tetap melintasi jalanan yang menanjak dan melewati beberapa warung-warung kopi di pinggir jalan. tak berapa lama, kami melewati jalanan yang dinamakan gajah  mungkur, di lokasi gajah mungkur terdapat lokasi wisata goa , serta beberapa warung-warung makanan yang berjejer rapi. Tak jauh dari lokasi tersebut,  kamipun melintasi gapura selamat datang di hutan lindung tahura r.soeryo dengan hutannya yang lebat, dan suasananya yang sepi. …


part 3


“krikk..kriikk..krriikk….” demikian bunyi serangga yang menemani perjalan kami.

Setelah melewati gapura tahura.r soeryo. Cuaca pun menjadi lebih gelap. Karena kabut yang mulai turun. Menandakan akan turun hujan. Tapi itu tak menyurutkan kami untuk tetap melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan, saya dan yang lainnya berjumpa dengan sekumpulan monyet liar yang tengah bermain dan melintasi jalanan yang kami lalui.  Kami hanya melihat sejenak saat itu, bukan berarti karena kami takut mendekati kawanan monyet tersebut, tetapi karena posisi jalanan yang menanjak yang tidak memungkinkan kendaraan kami untuk berhenti, sehinggah memutuskan kami untuk kemudian melanjutkan perjalanan.

Di karenakan kondisi mesin kendaraan yang cepat panas, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sejenak, melepas lelah. Sepi, sunyi, dan berkabut, itulah keadaan pada saat itu, dan jarang sekali kendaraan yang melewati di depan kami. Dan selalu ada canda tawa, ketika kami berhenti untuk melepas lelah. Mungkin ini adalah kebiasaan kami, kebiasaan team21 andventure yang tak akan pernah berubah.

#WATER FALL..

“Endi uwong’e iki. (mana orangnya ini.? )” kataku, sambil melihat keadaan sekitar.

Tak kurang 10 menit dari tempat pemberhentiaan kami tadi, kami sampai pada lokasi wisata, yakni air terjun watu ondo. Dan tampaknya tidak ada penjaga atau orang-orang di sekitarnya, lagipula saat itu pagar masuk juga sedang tertutup.

            “apakah memang lokasinya sedang tutup, atau penjaganya memang belum datang?” tanyaku sendiri.

            Aku pun memutuskan untuk parkirkan sepeda motorku di depan pintu masuk, dan aku berjalan ke dalam lokasi tersebut untuk mencari tahu, apakah ada orang di sana. setelah berjalan ke sana kemari, dan tak menemukan 1 orang penjaga di dalamnya. aku pun memutuskan untuk mengajak yang lainnya agar masuk saja, dan menyuruh mereka untuk memarkirkan sepeda motornya juga di depan pagar atau pintu masuk tersebut. Hal ini memang terbilang nekad.

            Dikarenakan kendaraaan tidak ada yang menjaga, maka saya menyuruh mereka untuk turun saja langsung untuk melihat air terjun tersebut, dan tugas saya adalah menjaga kendaaraan. Maklmu area di sana memang sepi, dan memang memungkinkan untuk terjadinya tindak kejahatan. Saya tidak mengawasi kendaraan tersebut di depan pintu masuk secara langsung, melainkan tetap mengawasinya sedikit ke dalam area lokasi parkir, yang memang sudah di sediakan. Memang saat itu banyak lalu lalang kendaraan bermotor yang melewati pintu masuk air terjun watu ondo tersebut, sambil terkadanga juga memperthatikan kendaraan kami.

            Beberapa kali saya pun, menuruni anak tangga yang menuju ke air terjun, mungkin sekitar 10 meter dari tempat parkir, sekedar untuk mengawasi mereka yang sedang melakukan perjalanan kea rah air terjun. saya melihat mereka sedang berfoto-foto dengan gembiranya di depan air terjun watu ondo.

            Selang sekitar 15 menit, datang rombongan polisi hutan (POLHUT), mereka sempat melewati pintu masuk serta sempat memperhatikan kendaraan yang kami parkir di pintu masuk.

Beberapa dari polhut tersebut ada yang menghampiri saya, dan meminta saya untuk benar-benar menjaga kendaaraan milik kami. Pertamanya mereka tidak melarang apa yang kami lakukan, yakni masuk secara illegal ke lokasi tersebut, tapi selang beberapa menit kemudian, 10 orang polhut datang menghampiriku dengan sepeda motor trailnya masing-masing. Terjadi pembicaraan yang sengit antara para polhut dengan saya. Yang pada intinya polhut tersebut meminta saya dan team untuk segera meninggalkan tempat tersebut. Saya pun menyadari kesalahan saya, tapi tak sepenuhnya apa yang saya lakukan ini salah. Tapi untungnya, emosi semuanya bisa diredam, di karenakan ada beberapa anggota polhut yang saya kenal.

            Sayapun meminta waktu beberapa menit, untuk membawa team agar kembali ke titik awal, dengan cara memanggil mereka.

"Woi... ayo mbalik...!! cepat..!!" Teriakku.

 Setelah semuanya berkumpul, saya beserta team, pergi meningglkan lokasi tersebut dan menuju ke lokasi selanjutnya yakni pemandian air panas cangar.

Label: ,

"Entah Apa Yang Kupikirkan.."

Indahnya ya pemandangnya..??. Hijau dan sejuk dan tentunya dingin pula, dengan latar belakangnya hamparan sayur mayur di sini kanan dan sisi kirinya. Serta lebatnya hutan yang semakin ke atas semakin tertutup oleh kabut yang sering datang tiba-tiba. 

Aku sedang berdiri disana, mengenang memori yang sudah lama terjadi. Ya, jalan yang berwarna coklat itu,yang telah membawaku bisa kembali ke rumah, setelah sekian lama aku berjuang bersama TUHAN. Dalam ganasnya hutan belantara dan dinginnya kabut yang menerpa jaket tipisku. “Aku mungkin orang yang lemah, tapi tak selemah yang aku pikirkan”

Memakan sesuatu yang seharunya tak kumakan, tidur di tempat yang tak seharusnya tak ku rebahkan lelah ku disana dan merasakan setiap detik kematianku. Tak pernah kurasakan aku sebodoh ini, pergi ke tempat di mana tak ada orang lain yang tahu, dimana tak ada orang yang mampu menolongku, dimana tak ku dengar tangisan untuk diriku, dan semangat untuk menyelamatkanku. “mama, papa, maafkan aku tak bisa pulang tepat waktu saat ini” , ya itulah sebuah kalimat yang memakili perasaan bersalahku pada orang tuaku.

                Masih sangat tergambar jelas di ingatanku, tentang 2 monyet hitam itu yang menghalagi jalanku dengan sorot matanya yang melihat kearahku. “Maju’o ayo maju’o..” kata hatiku saat itu, dengan nafas yang terengah-engah sambil memegang 1 kayu di tangan kananku dengan sorot mata ku yang tak mau mengalah. Lelah,lapar, haus dan lemah tapi aku tetap berdiri ”andai kalian dapat merasakan hal itu”.
                “Aku tidak berjuang untuk pulang, aku berjuang untuk bertahan,hari demi hari  “


Label: , , ,

Kesasar Opo Di sasar'no ? (15 Februari 2014) Cerita Bohong


Sabtu itu rencananya sih pengen di rumah saja, tapi mengapa tiba-tiba jadi pengen mbolang, sedikit memasuki hutan untuk menikmati kesendirian. Kesendirian disini yang di maksud bukan meratapi kejomblooan loh ya. Ini beneran ingin menyendiri sendiri._^
Ok Tujuan sudah di putuskan, dan saatnya mempersiapkan perlengkapan. Waktu masih menunjukan pukul 09.00 pagi saat itu.  Compass, Peta, senter, pisau, dll sudah di persiapkan jauh hari memang,yang semuanya itu sudah terbungkus dalam kain kasa bekas pembungkus sandal gunung eiger. Tidak lupa pergi ke dapur untuk memasak telor, dan tempe sebagai bekal perjalanan.

Tepat pukul 10. 00, berangkat dengan mengendarai sepeda motor Honda supra 125 yang kemanapun selalu menemaniku. Kebetulan saat itu cuaca di sidoarjo sangat cerah, walaupun sehari sebelumnya memang terjadi bencana yakni turunya hujan abu vulkanik akibat melentusnya gunung kelud. Tapi sepurane, saya tidak membahasa gunung kelud, saya membahas gunung yang lain, Hihi. _^. Ok back to topik !. sudah setengah jam perjalanan dan tinggal setengah jam lagi tiba di tempat tujuan, tapi entah mengapa saat itu tiba-tiba awan sepertinya sedang mulai bergumul tandanya mau hujan. Dan ternyata memang benar 10 menit kemudian hujan turun dengan lebat. Tapi untungnya ada jas hujan,dan perjalanan tetap di lanjutkan.
Begitu tiba di tempat tujuan, langsung pergi ke warung buat mimik teh anget dulu, biar strong _^.  Karena waktu itu hujan belum berhenti akhirnya ku putuskan untuk menunggu di warung dulu sekalian menghangatkan badan dulu.

OK. Satu jam sudah berlalu, untuk menunggu hujan reda pun aku sampai tertidur, Yak Ampun Sudah jam 13.00. Kupersiapakan tasku yang biasa orang inggris sebut tas daypack, ku lihat cuaca juga sudah lumayan baik, hujannya sudah tidak lebat lagi, walaupun rintik rintik hujan terus berjatuhan ke tanah.

Saatnya berangkat, tapi baru berjalan setengah jam sudah di guyur hujan lebat. Haduh pertanda apakah ini?? !.  Dan akhirnya tida saat di mana aku harus membuka peta dan kompas, untuk keluar dari jalur yang sudah di tetapkan. Ku tetapkan, aku akan mengarah sejauh 3 derajat kearah kanan dan akan terus berjalan kearah sana, ku perhatikan kontur perjalanan yang ku lalui dengan peta, saat itu waktu menunjukan pukul 13.40, dengan kondisi cuaca yang masih hujan dan aku yang seperti biasanya sendiri _^.  Dengan berbekal nasi 1 bungkus, aku berjalan menuruni lembah dan masuk di dalamnya, serasa menyenangkan memang, karena begitu banyak hal yang bisa ku jumpai di sana, yang mungkin jarang orang lain bisa melihatnya. Memakai jas hujan yang selalu terinjak oleh kakiku sendiri, aku terus berjalan. Hingga lupa waktu.

Cuacapun berangsur-angsur membaik sore itu. Dan tiba waktunya saya untuk pulang. Karena besok pagi saya akan melatih di kemiri. Walaupun dengan kondisi Badan yang basah,ku tetap berjalan pulang sesuai jalan yang tadi kulintasi. Tapi sampai pada tempat di mana ada pohon bamboo yang saat berangkat sudah kulewati. Aku hanya melihat dan melintasinya saja waktu itu, karena memang tak ada yang menarik dari sekumpulan pohon-pohon bamboo itu, walaupun saat berjalan aku bertanya dalam hati “Kok bisa yang pohon bamboo itu tumbuh subur di ketinggian seperti itu.?! ”.
Ku tetap berjalan hingga malam mulai menjelang., senterpun aku keluarkan dari dalam tas, tampak kurasakan rerumputan yang masih basah terinjak-injak olehku. Kulihat waktu saat itu menunjukan pukul 18.45.  
“Kok lama ya.? Padahal ini jalan yang benar” tanyaku dalam hati sambil terus berjalan.

Entah mengapa semakin lama aku berjalan timbul perasaan bahwa aku sedang tersesat, entah itu memang tersesat atau sengaja di sesatkan.

Waktu sudah menunjukan sekitar pukul 19. 30, dan terlalu lama aku berjalan aku pun lapar, dan mengambil sebungkus nasi yang aku buat tadi pagi. Sambil di temani suara nyanyian alam pada malam hari, aku pun duduk bersilah untuk mulai makan dan beristirahat. Saat itu yang kupikirkan adalah aku harus pulang sebelum hari berganti. Jadi setelah makan dan berdoa kuputuskan untuk kembali berjalan. Walaupun perasaan takut memang selalu ada. Dengan sepatu dan celana yang basah, dan kaki yang mulai kelelahan, dan henti-hentinya ku panjatkan doa. Sampai pada akhirnya aku sampai pada titik point awal, dimana aku sudah bertemu dengan jalan setapak.  Waktu itu menunjukan pukul 20.30.

Yang saat itu masih menjadikan pertanyaan buatku adalah, aku tersesat atau sengaja di sesatkan.?!. Tapi Untung aku masih bisa pulang malam itu, dan ke esokan harinya dapat melatih, walaupun dengan kondisi dan yang tampak kelelalan…END_^








Label: , ,

Perjuanganmu...

Terlihat Raut Muka Lelah di wajahnya. Luka di kening dan Dahinya tanda betapa kerasnya dia berjuang hari itu. Bajunya tampak lusuh, kotor, terkena debu yang menemaninya sepanjang perjalanan. Dan ada kata kembali dalam pikirannya, yang ada dia hanya ingin pulang dengan segera untuk bertemu dengan orang tuanya. Walaupun dalam hati kecilnya berkata “Aku Butuh Air, Aku Haus.”. Disampingnya terlihat botol kemasan yang sedari tadi di genggamnya, dengan air yang tak sampai setengah botol, mungkin lebih rendah dari seperempat botol. Dan dengan itulah dia mencoba bertahan, air adalah Nyawannya saat itu.

Sehari yang lalu dia nampak seperti anak kota pada umumnya, cantik, cerdas dan bersemangat. Tak pernah terbersit di pikirannya, bahwa dirinya akan terlihat seburuk ini, bahkan ini mungkin adalah yang terlihat paling buruk dalam hidupnya.


Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 wib. Air di dalam botol kemasannya tinggal seteguk habis, sedangkan perjalanan tersisa masih teramat panjang. Dia duduk, mengambil nafas, dan berusaha berserah kepadaNYA, walaupun dia berpiki sekali lagi, mengapa diriku harus berada disini ?, aku seharusnya berada di rumah, menikmati hari-hariku yang indah seperti biasanya. Sesekali dia tertunduk, pertanda keputusaan mulai menguasainya. Hanya air yang di butuhkannya saat itu, hanya air yang dapat membuatnya berpikir dapat bertahan saat itu. “Tuhan, dimanakah Engkau…??!” teriaknya dalam hati.

Kakinya sudah tak mampu untuk di buat berjalan. Tangan kanannya masih terasa sakit akibat berbenturan dengan batu sejam yang lalu. Dia tak punya lagi air, airnya sudah habis terminum, Kini dia mulai berdoa, agar mujizat itu datang dariNYA. Doanya di jawab, ada malaikat yang datang memberikannya air, terlihat senyuman di wajahnya, mulai bersemangat kembali. Di tariknya nafasnya dalam-dalam, dan di hembuskannya dengan kencang. Dia bangkit dan berjalan kembali dengan kakinya yang lemah. Tujuannya hanya satu, dia ingin bertemu dengan orang tuannya. Tuhan menunjukan 1 hal pada dirinya, dan 1 hal itu adalah tentang kekuataan Doa.